Keracunan makanan dapat dialami siapa saja, terutama saat berlibur ke tempat yang baru. Perubahan lingkungan, kebiasaan makan, serta perbedaan standar kebersihan dapat meningkatkan risiko terpapar kuman berbahaya, seperti bakteri, virus, parasit, maupun racun yang terdapat dalam makanan dan minuman.
Kabar baiknya, sebagian besar kasus keracunan makanan sebenarnya dapat dicegah dengan langkah-langkah sederhana yang efektif.
Makanan dan Minuman Berisiko Tinggi
Keracunan dapat disebabkan oleh berbagai jenis makanan dan minuman. Namun, beberapa di antaranya memiliki risiko lebih tinggi, antara lain:
- Makanan mentah atau setengah matang
- Buah dan sayur mentah yang tidak dikupas
- Makanan yang dibiarkan di suhu ruang selama berjam-jam
- Makanan dari penjual kaki lima
- Air keran atau air dari sumber yang tidak jelas keamanannya
- Es batu yang dibuat dari air tidak aman
- Minuman berbahan dasar air
- Susu atau produk olahan susu yang tidak dipasteurisasi
Baca Juga: Mengapa Keracunan Makanan Bisa Menyebabkan Kejang?
Tanda dan Gejala Keracunan Makanan yang Perlu Diwaspadai
Gejala keracunan makanan dapat muncul dalam hitungan jam hingga beberapa minggu setelah mengonsumsi makanan atau minuman yang terkontaminasi. Keluhan yang umum dialami meliputi:
- Mual dan muntah
- Diare
- Kram atau nyeri perut
- Demam ringan hingga sedang
- Kelelahan atau rasa lemas
Jika keracunan makanan disebabkan oleh bakteri Clostridium botulinum, dapat muncul gejala tambahan yang lebih serius, antara lain:
- Penglihatan ganda
- Kelemahan otot
- Kesulitan menelan atau berbicara
- Kelumpuhan tanpa disertai rasa kesemutan
Tips Pencegahan Keracunan Makanan Selama Liburan
Cuci tangan secara rutin
Selalu cuci tangan sebelum makan, setelah menggunakan toilet, atau setelah menyentuh permukaan benda umum. Lakukan cuci tangan dengan sabun dan air mengalir selama minimal 20 detik.
Pilih makanan yang dimasak segar dan disajikan panas
Panas dapat membunuh kuman penyebab penyakit. Karena itu, hindari mengonsumsi makanan yang sudah lama dibiarkan di suhu ruang, karena berisiko terkontaminasi bakteri maupun telur lalat.
Kupas sendiri buah-buahan
Sebaiknya hindari buah potong, terutama yang dijual di tempat dengan kebersihan kurang terjaga. Pilih buah yang kulitnya dapat dikupas, seperti pisang atau jeruk, karena kebersihannya lebih mudah dikontrol.
Jika ingin mengonsumsi buah potong, pastikan membelinya dari tempat yang terlihat bersih dan menerapkan standar kebersihan yang baik.
Baca Juga: Seperti Apa Bahaya Keracunan Ikan Buntal?
Hindari susu dan produk susu yang tidak dipasteurisasi
Pastikan memilih susu dan produk olahan susu yang sudah dipasteurisasi, seperti keju, yogurt, atau susu cair, untuk mengurangi risiko terpapar kuman berbahaya.
Minum hanya dari sumber aman
Gunakan air kemasan untuk minum, menggosok gigi, atau membuat minuman. Jika keamanannya diragukan, rebus air terlebih dahulu selama setidaknya 1 menit sebelum digunakan.
Hindari kuliner ekstrem
Beberapa destinasi mungkin menawarkan kuliner ekstrem, seperti daging kelelawar, monyet, atau tikus. Hewan-hewan tersebut dapat menjadi media penularan penyakit zoonosis yang berbahaya bagi manusia.
Untuk keamanan, sebaiknya pilih menu dari hewan ternak yang umum dikonsumsi dan telah dipastikan keamanan serta kelayakannya.
Simpan makanan sisa dengan benar
Jangan membiarkan makanan terlalu lama berada di suhu ruang. Jika makanan tidak dapat disimpan di lemari pendingin dalam waktu 2 jam, sebaiknya tidak dikonsumsi untuk menghindari risiko kontaminasi.
Selama bepergian, segera cari pertolongan medis ke rumah sakit jika mengalami diare lebih dari 3 hari, muntah terus-menerus, terdapat darah pada tinja, demam tinggi, tanda dehidrasi berat, penglihatan ganda, kelumpuhan otot, atau kesulitan bernapas.
Untuk keluhan yang masih ringan, konsultasi dengan dokter dapat dilakukan melalui layanan konsultasi pada aplikasi kesehatan Ai Care yang tersedia di App Store dan Play Store.
Mau tahu informasi seputar penyakit lainya? Cek di sini, yah!
- dr Hanifa Rahma
- dr Nadia Opmalina
Mayo Clinic (2025). Food poisoning (foodborne illness). Available from: https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/food-poisoning/symptoms-causes/syc-20356230
Harvard. Food and Drink Safety While Abroad. Available from: https://www.globalsupport.harvard.edu/travel/advice/food-drink-safety-while-abroad
CDC (2025). Food and Water Precautions for Travelers. Available from: https://www.cdc.gov/yellow-book/hcp/preparing-international-travelers/food-and-water-precautions-for-travelers.html