Tanda-Tanda Seseorang Mungkin Mengalami KDRT

Tanda-Tanda Seseorang Mungkin Mengalami KDRT
Credits: Freepik

Bagikan :

Kekerasan dalam rumah tangga (KDRT) bisa terjadi pada siapa saja. Bahkan orang yang tampak bahagia, sukses, atau dekat dengan kita bisa menjadi korban, tetapi memilih diam karena rasa takut, malu, atau ketergantungan emosional dan finansial.

KDRT sering kali tersembunyi di balik pintu tertutup. Banyak korban tidak segera meminta bantuan karena trauma, manipulasi, atau keyakinan bahwa mereka tidak akan dipercaya. Oleh karena itu, penting mengenali tanda-tandanya dan tahu cara membantu dengan aman dan empatik.

Apa itu KDRT?

KDRT adalah pola perilaku yang digunakan untuk menguasai, mengontrol, atau melukai seseorang dalam hubungan intim atau keluarga. Perlu digarisbawahi bahwa KDRT bukan hanya kekerasan fisik, melainkan mencakup:

  • Kekerasan emosional seperti menghina, mengancam, memanipulasi, gaslighting, atau membuat korban merasa tidak berharga
  • Kekerasan seksual seperti memaksa hubungan intim tanpa persetujuan
  • Kekerasan finansial seperti mengontrol akses uang, melarang bekerja, atau menumpuk utang atas nama korban
  • Kekerasan teknologi seperti memantau ponsel, media sosial, atau lokasi secara paksa
  • Isolasi sosial seperti melarang korban bertemu teman, keluarga, atau berpartisipasi dalam kegiatan sosial
  • KDRT bisa terjadi dalam hubungan pasangan, antara orang tua dan anak, saudara kandung, atau pengasuh dan lansia.

Baca Juga: Dampak Kekerasan Fisik pada Anak

Tanda-Tanda Seseorang Mungkin Mengalami KDRT

Tidak semua tanda terlihat jelas. Banyak korban berusaha menyembunyikan kekerasan yang dialami. Namun, ada beberapa perubahan perilaku dan fisik yang bisa menjadi peringatan dini.

Tanda fisik:

  • Memar, luka, luka bakar, atau patah tulang yang sering muncul dengan penjelasan tidak masuk akal
  • Bercak darah pada pakaian dalam atau sekitar area genital
  • Sering mengenakan pakaian tertutup atau kacamata hitam meski di dalam ruangan
  • Tampak lelah, tidak terawat, dehidrasi, atau kekurangan gizi

Tanda emosional dan perilaku:

  • Menjadi sangat penakut, gelisah, saat berada di dekat pelaku
  • Menarik diri dari teman, keluarga, dan aktivitas yang dulu disukai
  • Perubahan suasana hati yang ekstrem
  • Rendah diri berlebihan dan sering meminta maaf tanpa alasan
  • Sulit berkonsentrasi, insomnia, atau gangguan makan dan gangguan tidur

Baca Juga: Jenis-Jenis Trauma yang Bisa Dialami Korban Kekerasan Seksual

Cara Membantu Korban KDRT

Jika Anda mencurigai seseorang mengalami KDRT, jangan mengabaikan insting Anda. Tindakan Anda bisa menyelamatkan nyawa. Namun, penting untuk tidak terburu-buru atau memaksa, karena korban sering kali dalam situasi berisiko tinggi.

Berikut adalah cara aman untuk membantu korban KDRT:

  • Pilih waktu yang aman untuk berbicara, terutama saat tidak ada pelaku dan korban merasa tenang
  • Dengarkan tanpa menghakimi, memberi nasihat, atau memaksa mereka meninggalkan pelaku
  • Berikan dukungan, bukan tekanan
  • Jangan memicu konfrontasi pelaku

Sarankan untuk menghubungi layanan khusus KDRT yang bersifat rahasia dan gratis

Jika Anda atau seseorang yang Anda kenal mengalami KDRT, segera hubungi:

  • SAPA 129 via WhatsApp: 0811-1129-129
  • SAPA 122 (layanan suara)

Mau tahu tips dan trik kesehatan, pertolongan pertama, dan home remedies lainnya? Cek di sini, ya!

Writer : Agatha Writer
Editor :
  • dr Hanifa Rahma
Last Updated : Kamis, 8 Januari 2026 | 20:14
article-banner

Sanjana Gupta (2025). What Is Domestic Abuse?. Available from: https://www.verywellmind.com/domestic-abuse-types-causes-and-impact-5324104 

HelpGuide.org (2024). Domestic Violence and Abuse. Available from: https://www.helpguide.org/articles/abuse/domestic-violence-and-abuse.htm 

 

Buddy T (2024). 9 Ways to Help a Victim of Domestic Violence. Available from: https://www.verywellmind.com/how-to-help-a-victim-of-domestic-violence-66533