Penyakit kusta adalah infeksi bakteri kronis yang telah dikenal sejak ratusan tahun lalu. Penyakit ini, yang juga disebut lepra, menyerang kulit, lapisan hidung, dan saluran pernapasan bagian atas. Tanpa penanganan yang tepat, kusta dapat menimbulkan komplikasi serius hingga menyebabkan kecacatan.
Jenis dan Gejala Kusta (Lepra)
Penyakit kusta disebabkan oleh infeksi bakteri Mycobacterium leprae dan termasuk salah satu penyakit tertua yang tercatat dalam sejarah. Infeksi ini berkembang sangat lambat, sehingga orang yang terpapar bakteri kusta biasanya tidak langsung menunjukkan gejala. Tanda dan gejala kusta umumnya baru muncul setelah 5 tahun atau bahkan lebih.
Gejala kusta dapat dikenali berdasarkan jumlah dan jenis lesi yang muncul pada kulit. Penanganan serta keluhan yang dialami juga dapat berbeda, tergantung pada jenis kusta yang diderita.
1. Kusta tuberkuloid
Merupakan bentuk kusta yang relatif ringan. Gejalanya berupa bercak kulit datar berwarna pucat yang disertai mati rasa akibat kerusakan saraf di bawah kulit.
2. Kusta lepromatosa (lepromatous)
Termasuk bentuk kusta yang lebih berat. Ditandai dengan benjolan (nodul), ruam kulit yang luas, mati rasa, serta kelemahan otot. Jenis ini dapat memengaruhi hidung, ginjal, dan organ reproduksi pria, serta lebih menular dibandingkan kusta tuberkuloid.
3. Kusta borderline
Merupakan bentuk kusta dengan gejala campuran antara kusta tuberkuloid dan lepromatosa, dengan tingkat keparahan yang bervariasi.
Baca Juga: Waspada Penyakit Infeksi Emerging, Kenali Definisi dan Jenis-Jenis Penyakitnya
Komplikasi Kusta (Lepra)
Meskipun kusta tidak mudah menular, pengidap tetap perlu mendapatkan penanganan dan pengobatan hingga tuntas. Tanpa pengobatan yang tepat, kusta dapat menimbulkan kecacatan dan berbagai komplikasi, antara lain:
Kerusakan saraf
Pada kusta, saraf tepi dapat diserang oleh sel-sel inflamasi. Kondisi ini menyebabkan neuritis, yang ditandai dengan nyeri saat saraf ditekan, penebalan dan bentuk saraf yang tidak teratur, serta gangguan fungsi sensorik dan motorik.
Akibat infeksi pada saraf, pasien juga dapat mengalami berbagai keluhan berikut:
- Nyeri neuropati
- Kerontokan rambut
- Kelainan tulang
- Penurunan atau hilangnya fungsi otot
- Gangguan kemampuan berkeringat
- Hidung kering yang dapat memicu mimisan
Baca Juga: Mengenal Scrub Typhus, Penyakit Infeksi yang Dapat Menular melalui Kutu
Gangguan penglihatan
Kusta atau lepra juga dapat menyebabkan kerusakan pada kedua mata akibat keterlibatan saraf mata serta infeksi pada kulit atau jaringan mata. Kondisi ini dapat menimbulkan beberapa gangguan, antara lain:
- Ketidakmampuan menutup kelopak mata (lagoftalmus)
- Keratitis (infeksi kornea) akibat paparan, berkurangnya produksi air mata, dan kekeringan mata yang dapat berkembang menjadi ulkus kornea
- Iridosiklitis
Bila tidak ditangani dengan baik, komplikasi pada mata ini dapat berujung pada gangguan penglihatan berat hingga kebutaan.
Gangguan pada tangan dan kaki
Neuropati pada tungkai bawah sering terjadi pada pasien kusta akibat kerusakan saraf yang berlangsung lama. Kerusakan saraf ini dapat menyebabkan kelumpuhan dan kekakuan otot pada tangan maupun kaki. Akibatnya, jari dapat menjadi tertekuk atau bengkok, sulit diluruskan, serta muncul kesulitan mengangkat bagian depan kaki atau tangan.
Selain itu, area tubuh yang mati rasa lebih mudah mengalami luka tanpa disadari. Luka ini bisa terinfeksi dan merusak jaringan serta tulang secara perlahan. Jika berlangsung lama dan tidak ditangani, kerusakan tersebut dapat menyebabkan jari, tangan, atau kaki menjadi memendek, bahkan hilang.
Pengobatan Kusta (Lepra)
Kusta merupakan penyakit yang berkembang secara perlahan. Jika tidak ditangani dengan serius, penyakit ini dapat menimbulkan komplikasi hingga kecacatan. Apabila Anda didiagnosis menderita kusta, penting untuk mengonsumsi obat yang diresepkan dokter secara teratur hingga tuntas.
Pengobatan kusta dilakukan dengan pemberian satu atau beberapa jenis antibiotik dalam jangka waktu tertentu. Dokter juga dapat meresepkan obat antiperadangan untuk membantu mengurangi peradangan dan meredakan nyeri yang muncul.
Jika memiliki pertanyaan lain terkait penyakit kusta, Anda dapat berkonsultasi ke dokter atau manfaatkan fitur konsultasi pada aplikasi Ai Care yang bisa diunduh melalui App Store atau Play Store.
Mau tahu informasi seputar penyakit lainnya? Cek di sini, ya!
- dr Nadia Opmalina
Miller, K. (2025). Leprosy (Hansen's Disease). Available from: https://www.webmd.com/skin-problems-and-treatments/guide/leprosy-symptoms-treatments-history
CDC. Signs and Symptoms. Available from: https://www.cdc.gov/leprosy/symptoms/index.html
Cleveland Clinic, Leprosy (Hansen’s Disease). Available from: https://my.clevelandclinic.org/health/diseases/23043-leprosy-hansens-disease
Donohue, M. (2023). Leprpsy. Available from: https://www.healthline.com/health/leprosy