Infeksi human papillomavirus (HPV) adalah infeksi menular seksual yang sangat umum. Meskipun sebagian besar infeksi HPV hilang dengan sendirinya, beberapa jenis HPV berisiko tinggi dapat menyebabkan kanker, termasuk kanker serviks, vagina, vulva, penis, anus, serta kanker orofaring.
Untungnya, vaksin HPV dapat mencegah infeksi dari jenis-jenis HPV yang paling berbahaya, terutama jika diberikan pada waktu yang tepat.
Apa itu Vaksin HPV?
Vaksin HPV adalah vaksin yang melindungi tubuh dari infeksi oleh jenis-jenis HPV penyebab kanker dan kutil kelamin. Vaksin yang saat ini digunakan di Amerika Serikat dan banyak negara lain adalah Gardasil 9, yang melindungi terhadap 9 jenis HPV, yaitu:
- HPV 16 dan 18 penyebab kasus kanker serviks dan sebagian besar kanker orofaring, anus, vagina, vulva, dan penis
- HPV 6 dan 11 penyebab kasus kutil kelamin
HPV 31, 33, 45, 52, dan 58 jenis tambahan yang juga terkait dengan kanker serviks dan kanker genital lainnya
Kapan Waktu Terbaik Mendapatkan Vaksin HPV?
Usia ideal untuk mendapatkan vaksinasi HPV adalah 11-12 tahun. Namun, vaksin ini sudah bisa diberikan sejak usia 9 tahun.
Vaksin ini memang diberikan di usia muda karena vaksin paling efektif jika diberikan pada orang yang belum pernah terpapar HPV, yaitu sebelum aktif secara seksual.
Sistem kekebalan tubuh anak-anak dan remaja juga lebih responsif terhadap vaksin, sehingga perlindungan jangka panjang cenderung lebih kuat.
Baca Juga: Perlukah Pria Mendapat Vaksin HPV?
Jadwal Vaksin Berdasarkan Usia
Usia 9-14 tahun
Mendapatkan 2 dosis vaksin HPV. Dosis keduanya diberikan 6-12 bulan setelah dosis pertama.
Usia 15-26 tahun
Mendapatkan 3 dosis vaksin HPV. Dosis kedua 1-2 bulan setelah dosis pertama, dan dosis ketiga 6 bulan setelah dosis pertama.
Usia 27-45 tahun
Di usia ini, vaksin HPV hanya diberikan jika dokter menilai ada manfaatnya, misalnya belum aktif secara seksual atau memiliki risiko terpapar HPV.
Apakah Vaksin HPV Masih Berguna Jika Sudah Aktif Secara Seksual?
Ya. Vaksin HPV masih bermanfaat diberikan meskipun Anda sudah aktif secara seksual.
Ada lebih dari 100 jenis HPV, tetapi vaksin melindungi dari 9 jenis utama berbahaya. Selain itu, ada kemungkinan Anda belum terpapar semua jenis HPV yang dilindungi oleh vaksin.
Vaksin HPV juga tidak mengobati infeksi HPV yang sudah ada, tetapi bisa mencegah infeksi baru dari jenis lain. Artinya, Anda tetap membutuhkan vaksin HPV.
Baca Juga: Kenali Gejala HPV Yang Dapat Memicu Kanker Serviks
Adakah Efek Samping Vaksin HPV?
Vaksin HPV sangat aman, dan sebagian besar efek samping ringan dan sementara, di antaranya:
- Nyeri, kemerahan dan pembengkakan di bekas suntikan
- Demam ringan
- Sakit kepala, kelelahan, atau nyeri otot
- Mual
- Pusing atau pingsan
Perlindungan vaksin HPV bertahan lama dan sangat aman. Data menunjukkan efektivitas hingga 12+ tahun tanpa tanda penurunan.
Apabila Anda belum mendapatkan vaksin HPV dan tertarik mendapatkannya, jangan ragu berbicara dengan dokter. Anda bisa memanfaatkan layanan konsultasi kesehatan Ai Care yang tersedia di App Store atau Play Store.
Mau tahu informasi seputar penyakit lainya? Cek di sini, yah!
- dr. Monica Salim
Planned Parenthood. Should I get the HPV vaccine?. Available from: https://www.plannedparenthood.org/learn/stds-hiv-safer-sex/hpv/should-i-get-hpv-vaccine
CDC (2024). HPV Vaccination. Available from: https://www.cdc.gov/hpv/vaccines/index.html
Mayo Clinic (2023). HPV vaccine: Who needs it, how it works. Available from: https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/hpv-infection/in-depth/hpv-vaccine/art-20047292
Mayo Clinic (2025). HPV infection. Available from: https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/hpv-infection/symptoms-causes/syc-20351596