Kanker kulit melanoma adalah jenis kanker kulit yang paling berbahaya. Kanker ini bersifat sangat agresif, mudah menyebar ke bagian tubuh lain, dan menjadi lebih sulit diobati bila sudah mencapai stadium lanjut. Dengan memahami gejala, penyebab, serta tingkatan stadium melanoma, pengidapnya bisa mendapatkan penanganan yang lebih cepat dan tepat.
Gejala Kanker Kulit Melanoma
Gejala kanker kulit melanoma dapat dimulai dari beberapa perubahan berikut:
- Perubahan pada tahi lalat yang sudah ada
- Munculnya pertumbuhan baru pada kulit yang berpigmen atau tampak tidak biasa
Sering kali melanoma berawal dari bercak yang menyerupai tahi lalat. Namun, melanoma juga dapat muncul pada kulit yang sebelumnya tampak sehat. Jenis kanker ini paling sering berkembang di area yang sering terpapar sinar matahari, seperti lengan, punggung, wajah, dan kaki.
Beberapa tanda yang dapat mengindikasikan melanoma antara lain:
-
Bentuk asimetris
Bercak atau tahi lalat dengan bentuk yang tidak simetris perlu diwaspadai. -
Perubahan warna
Tahi lalat dengan warna tidak merata, memiliki lebih dari satu warna, atau mengalami perubahan warna dapat menjadi tanda melanoma. -
Perubahan ukuran
Tahi lalat yang terus membesar, terutama jika ukurannya lebih dari 6 mm, sebaiknya segera diperiksakan ke dokter. -
Perdarahan atau rasa gatal
Tahi lalat yang mudah berdarah, terasa gatal, atau nyeri patut dicurigai. -
Tepi tidak teratur
Bercak dengan tepi berlekuk, bergelombang, atau tidak jelas batasnya bisa menjadi tanda melanoma.
Selain itu, melanoma juga dapat berkembang di area tubuh yang jarang terpapar sinar matahari, seperti telapak kaki, kulit kepala, serta selaput lendir di hidung, mulut, dan kerongkongan.
Baca Juga: 5 Kebiasaan Baik untuk Mencegah Kanker Kulit
Penyebab Kanker Kulit Melanoma
Melanoma berkembang ketika melanosit, yaitu sel penghasil pigmen kulit, mengalami perubahan pada DNA sehingga berubah menjadi sel kanker. Sel kanker ini kemudian berkembang biak secara tidak terkendali dan membentuk massa yang disebut tumor. Seiring waktu, tumor dapat menyerang serta merusak jaringan tubuh yang sehat.
Hingga kini, belum diketahui secara pasti apa yang memicu perubahan DNA pada sel kulit dan menyebabkan melanoma. Namun, para ahli meyakini bahwa kondisi ini dipengaruhi oleh berbagai faktor, termasuk faktor lingkungan, paparan sinar ultraviolet (UV) tanpa perlindungan, serta faktor genetik.
Baca Juga: Benarkah Pengering Cat Kuku UV Berisiko Sebabkan Kanker Kulit?
Tingkatan Kanker Kulit Melanoma
Sistem penentuan stadium melanoma yang paling sering digunakan adalah sistem TNM dari American Joint Committee on Cancer (AJCC). Sistem ini didasarkan pada tiga indikator utama, yaitu:
-
Tumor primer (T)
Menilai seberapa dalam kanker tumbuh ke dalam lapisan kulit serta apakah permukaan kulit di atas melanoma mengalami luka, terkikis, atau rusak. -
Ketebalan tumor
Melanoma dengan ketebalan kurang dari 1 mm memiliki risiko penyebaran yang sangat kecil. Semakin tebal tumornya, semakin besar pula kemungkinan melanoma menyebar. -
Kondisi permukaan kulit
Melanoma yang membuat kulit di atasnya menjadi luka, mudah berdarah, atau tidak kunjung sembuh biasanya menandakan kanker yang lebih agresif. Kondisi ini membuat peluang kesembuhan menjadi lebih rendah dibandingkan melanoma dengan kulit di atasnya yang masih utuh.
Berdasarkan sistem tersebut, tingkatan stadium melanoma dibagi sebagai berikut:
-
Stadium 0 (melanoma in situ)
Kanker hanya ditemukan pada lapisan kulit terluar (epidermis) dan belum menyebar ke jaringan yang lebih dalam. -
Stadium I
Melanoma masih berukuran tipis (kurang dari 2 mm) dan belum menyebar ke kelenjar getah bening maupun organ lain. -
Stadium II
Ketebalan melanoma berkisar antara 1,01 mm hingga 4,0 mm atau lebih. Pada stadium ini permukaan kulit di atas melanoma dapat mengalami luka atau kerusakan, tetapi kanker belum menyebar ke kelenjar getah bening. -
Stadium III
Melanoma berukuran lebih tebal, dengan atau tanpa luka pada permukaan kulit, dan telah menyebar ke kelenjar getah bening terdekat atau ke jaringan kulit serta pembuluh getah bening di sekitarnya. -
Stadium IV
Melanoma telah menyebar ke organ tubuh yang lebih jauh, seperti paru-paru, hati, otak, atau tulang.
Melanoma paling sering muncul di area tubuh yang sering terpapar sinar matahari. Namun, kanker kulit ini juga dapat terjadi di area yang jarang atau tidak terkena sinar matahari, yang dikenal sebagai hidden melanoma.
Jika mengalami perubahan yang tidak biasa pada tahi lalat atau area kulit lainnya, sebaiknya segera periksakan diri ke dokter. Anda juga bisa memanfaatkan fitur konsultasi pada aplikasi Ai Care yang dapat diunduh melalui App Store atau Play Store.
Mau tahu informasi seputar penyakit lainya? Cek di sini, yah!
- dr Nadia Opmalina
Cleveland Clinic. Melanoma. Available from: https://my.clevelandclinic.org/health/diseases/14391-melanoma
American Cancer Society. Melanoma Skin Cancer Stages. Available from: https://www.cancer.org/cancer/types/melanoma-skin-cancer/detection-diagnosis-staging/melanoma-skin-cancer-stages.html
Mayo Clinic. Melanoma. Available from: https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/melanoma/symptoms-causes/syc-20374884