Bilirubin merupakan salah satu indikator kesehatan yang sering muncul dalam hasil pemeriksaan laboratorium, terutama pemeriksaan fungsi hati. Namun, masih banyak orang yang belum memahami apa sebenarnya bilirubin dan bagaimana tubuh memprosesnya.
Apa itu Bilirubin?
Bilirubin adalah zat berwarna kuning yang terbentuk secara alami saat tubuh memecah sel darah merah yang sudah tua atau rusak. Sel darah merah mengandung hemoglobin, yaitu protein yang membawa oksigen. Ketika sel darah merah dihancurkan, hemoglobin akan diurai dan menghasilkan bilirubin.
Bilirubin kemudian dibawa ke hati untuk diproses. Di hati, bilirubin diubah agar bisa dikeluarkan dari tubuh melalui empedu. Selanjutnya, bilirubin dibuang bersama tinja dan sebagian kecil melalui urine.
Dalam kadar normal, bilirubin tidak berbahaya dan merupakan bagian dari proses alami tubuh. Namun, jika kadarnya terlalu tinggi, bilirubin dapat menumpuk dan menyebabkan kulit serta mata tampak menguning (penyakit kuning), yang sering menjadi tanda adanya gangguan pada hati atau saluran empedu.
Baca Juga: Apa yang Terjadi Jika Bilirubin Bayi Tinggi saat Baru Lahir?
Peran Bilirubin di Dalam Tubuh
Dulu, bilirubin hanya dianggap sebagai zat sisa yang harus dibuang. Namun, penelitian terbaru menunjukkan bahwa bilirubin juga memiliki manfaat sebagai antioksidan.
Dalam kadar normal, bilirubin membantu melindungi sel dari kerusakan akibat radikal bebas yang berperan dalam penuaan dini, penyakit jantung, dan beberapa jenis kanker.
Sebaliknya, jika kadarnya terlalu tinggi, bilirubin bisa berbahaya. Pada bayi baru lahir, kadar bilirubin yang tinggi dapat merusak otak secara permanen. Sementara pada orang dewasa, peningkatan bilirubin sering menjadi tanda adanya gangguan hati, seperti hepatitis, sirosis, atau sumbatan saluran empedu.
Baca Juga: Mengenal Tes Fungsi Hati dan Manfaatnya
Cara Mengetahui Kadar Bilirubin
Kadar bilirubin biasanya diperiksa melalui tes darah sebagai bagian dari pemeriksaan fungsi hati. Tes ini mengukur tiga jenis bilirubin, yaitu:
- Bilirubin total
- Bilirubin tidak larut dalam air
- Bilirubin larut dalam air
Pada orang dewasa, kadar normal bilirubin total berkisar antara 0,3–1,2 mg/dL. Pada bayi baru lahir, kadar bilirubin bisa lebih tinggi pada hari-hari pertama karena fungsi hati belum matang. Kondisi ini sering kali normal, tetapi tetap perlu dipantau jika kadarnya meningkat.
Selain hasil tes darah, dokter juga akan menilai gejala yang mungkin muncul, seperti:
- Kulit dan bagian putih mata menguning
- Urine berwarna gelap
- Tinja berwarna pucat
- Kelelahan, mual, atau nyeri di perut kanan atas
Dengan memahami apa itu bilirubin dan bagaimana tubuh memprosesnya, Anda dapat lebih tahu terhadap tanda-tanda gangguan kesehatan, terutama yang berkaitan dengan fungsi hati. Jika hasil pemeriksaan menunjukkan kadar bilirubin yang tidak normal atau muncul gejala yang mengkhawatirkan, segera konsultasikan dengan dokter untuk mendapatkan penanganan yang tepat.
Untuk kemudahan, Anda juga bisa memanfaatkan layanan konsultasi kesehatan pada aplikasi Ai Care dengan mengunduhnya di App Store atau Play Store.
Mau tahu informasi seputar penyakit lainya? Cek di sini, yah!
- dr Nadia Opmalina
Medline Plus (2023). Bilirubin - urine. Available from: https://medlineplus.gov/ency/article/003595.htm
Cleveland Clinic (2023). Bilirubin Test. Available from: https://my.clevelandclinic.org/health/diagnostics/17845-bilirubin
Aditya Kalakonda, et all (2022). Physiology, Bilirubin. Available from: https://www.ncbi.nlm.nih.gov/books/NBK470290/
Cleveland Clinic (2022). Liver Function Tests. Available from: https://my.clevelandclinic.org/health/diagnostics/17662-liver-function-tests