Sejak bayi, susu menjadi bagian penting dalam pola makan sehari-hari sebagai sumber nutrisi utama untuk pertumbuhan dan perkembangan. Namun, ketika memasuki usia dewasa, muncul anggapan bahwa susu dan produk turunannya seperti keju dan yogurt justru menggemukkan dan tidak sehat.
Mari cari tahu fakta sebenarnya, apakah susu dan produk turunannya dibutuhkan oleh orang dewasa atau hanya sekadar produk yang menggemukkan dan tidak sehat?
Susu dan Produk Turunannya
Produk susu sangat beraneka ragam, seperti susu sapi, susu kambing, serta olahannya seperti yogurt, keju, mentega, dan susu bubuk. Sebagian besar produk susu komersial berasal dari susu sapi. Saat ini mungkin alternatif dari susu kambing atau domba juga tersedia, tetapi susu sapi tetap menjadi komoditas utama.
Untuk memastikan keamanan konsumsi, proses pasteurisasi sangat penting. Pasteurisasi membunuh bakteri berbahaya seperti Listeria, Salmonella, dan E. coli yang mungkin terdapat dalam susu mentah.
Ibu hamil, lansia, anak-anak, dan orang dengan sistem imun lemah harus menghindari susu mentah. Penyimpanan produk susu juga disarankan di bawah 5 derajat celcius dan tidak dikonsumsi melewati tanggal kedaluwarsa, meskipun tampak atau berbau normal.
Baca Juga: Cokelat Hitam, Cokelat Susu dan Cokelat Putih, Mana yang Paling Sehat?
Manfaat Susu dan Produk Turunannya
Ada banyak bukti yang menunjukkan bahwa mengonsumsi susu dan produk turunannya dapat memberikan berbagai manfaat kesehatan, di antaranya:
- Meningkatkan dan mempertahankan tulang yang kuat karena kandungan protein, vitamin D dan kalsium yang tinggi
- Membantu menurunkan tekanan darah pada orang dengan tekanan darah tinggi
- Menurunkan risiko penyakit kardiovaskuler dan diabetes tipe 2
- Meningkatkan kesehatan pencernaan dengan mengonsumsi produk turunan susu yang mengandung probiotik seperti yogurt
Apakah Susu Bisa Bikin Gemuk?
Ini adalah mitos umum dan tidak sepenuhnya benar. Faktanya, minum susu tidak secara otomatis menyebabkan kenaikan berat badan.
Sebuah studi juga menunjukkan bahwa konsumsi susu justru membantu mengontrol nafsu makan karena kandungan proteinnya yang tinggi.
Namun, seperti halnya semua makanan, membatasi konsumsinya sangatlah penting. Minum susu berlebihan tanpa memperhitungkan total kalori harian tertentu bisa menyebabkan penambahan berat badan.
Baca Juga: Inilah 6 Manfaat Susu Almond Untuk Kesehatan
Berapa Banyak Susu dan Produk Susu yang Boleh Dikonsumsi Setiap Hari?
Untuk mendapatkan manfaat kesehatannya, Anda perlu membatasi asupan susu dan produk susu. Berikut adalah rekomendasi asupan susu dan produk susu sesuai usia dan juga jenis kelamin.
1 porsi susu dan produk susu sama dengan takaran saji sebagai berikut:
- Susu 250ml
- Yogurt 200 gram
- 2 lembar keju slice 40 gram
- 120 gram keju ricotta
Orang dewasa
- Wanita dewasa berusia di atas 40 tahun maksimal 4 porsi takaran sajian
- Wanita hamil maksimal 3,5 porsi takaran sajian
- Wanita menyusui maksimal 4 porsi takaran saji
- Pria berusia di atas 70 tahun maksimal 3,5 porsi takaran saji
- Orang dewasa lainnya maksimal 2,5 porsi takaran saji
Anak-anak dan remaja
- Balita usia 1-2 tahun maksimal 1-1,5 porsi takaran saji
- Anak perempuan usia 2-8 tahun maksimal 1-1,5 porsi takaran saji
- Anak perempuan usia 9-11 tahun maksimal 1-3 porsi takaran saji
- Anak laki-laki usia 2-3 tahun maksimal 1,5 porsi takaran saji
- Anak laki-laki usia 4-8 tahun maksimal 2 porsi takaran saji
- Anak laki-laki usia 9-11 tahun maksimal 2,5 porsi takaran saji
- Remaja maksimal 3,5 porsi takaran saji
Memiliki pertanyaan lebih lanjut? Anda bisa memanfaatkan layanan konsultasi kesehatan Ai Care yang tersedia di App Store atau Play Store.
Mau tahu informasi seputar nutrisi, makanan dan tips diet lainnya? Cek di sini, ya!
- dr. Monica Salim
Noreen Iftikhar, MD (2024). Pros and Cons of Drinking Cow’s Milk. Available from: https://www.healthline.com/health/is-milk-bad-for-you
Ariane Lang, BSc, MBA (2021).All You Need to Know About Dairy in Your Diet. Available from: https://www.healthline.com/nutrition/is-dairy-bad-or-good
Health Direct (2023). Dairy foods. Available from: https://www.healthdirect.gov.au/dairy-foods