Mitos Seputar Kehamilan Bayi Kembar

Mitos Seputar Kehamilan Bayi Kembar
Ilustrasi hamil bayi kembar.

Bagikan :

Kehamilan kembar berbeda dengan kehamilan tunggal yang hanya mengandung satu janin. Ibu hamil kembar cenderung mengalami pembesaran perut lebih cepat, kenaikan berat badan yang lebih signifikan, serta rasa lelah yang muncul lebih awal. Di masyarakat, masih banyak beredar mitos seputar kehamilan kembar yang belum terbukti kebenarannya.

 

Mitos Seputar Kehamilan Bayi Kembar

Ibu hamil kembar perlu makan lebih banyak hingga 2 kali lipat

Ibu hamil yang mengandung lebih dari satu janin memang memiliki kebutuhan nutrisi yang lebih tinggi dibandingkan kehamilan tunggal. Namun, hal ini tidak berarti porsi makan harus dilipatgandakan hingga dua atau tiga kali lipat.

Menurut panduan American College of Obstetricians and Gynecologists (ACOG), ibu hamil dengan bayi kembar atau lebih dianjurkan untuk menambah asupan sekitar 300 kalori untuk setiap janin tambahan. Artinya, ibu hamil kembar memerlukan tambahan sekitar 600 kalori per hari, sedangkan kehamilan kembar tiga membutuhkan tambahan sekitar 900 kalori per hari.

Selain kalori, ibu hamil kembar juga perlu memastikan kecukupan nutrisi penting, seperti zat besi, folat, kalsium, magnesium, dan seng, untuk mendukung kesehatan ibu dan pertumbuhan janin.

Baca Juga: Tanda-Tanda Anda Mengalami Kehamilan Kembar

Berat badan bertambah dua kali lipat

Meski kehamilan kembar membutuhkan asupan nutrisi yang lebih banyak, hal ini tidak berarti berat badan ibu harus bertambah dua kali lipat. Kenaikan berat badan yang sehat pada kehamilan kembar dipengaruhi oleh berat badan awal, indeks massa tubuh (IMT) sebelum hamil, serta kondisi kesehatan ibu secara keseluruhan.

Pada wanita dengan IMT pra-kehamilan normal (18,5–24,9), kenaikan berat badan yang dianjurkan selama kehamilan kembar berkisar antara 17–25 kg. Sementara itu, pada wanita dengan IMT obesitas, kenaikan berat badan yang disarankan umumnya lebih rendah, yaitu sekitar 14–23 kg.

Dokter akan memantau kenaikan berat badan selama kehamilan kembar untuk mengurangi risiko bayi lahir dengan berat badan rendah. Selama kehamilan, ibu tetap dianjurkan untuk mengatur pola makan seimbang dan menerapkan gaya hidup aktif guna menjaga kenaikan berat badan tetap sehat.

Mual (morning sickness) yang dialami selalu lebih parah

Sebagian ibu hamil kembar memang cenderung mengalami gejala kehamilan yang lebih nyata, seperti mual atau morning sickness yang lebih berat, nyeri pinggang yang lebih intens, serta kesulitan tidur pada trimester ketiga. Kondisi ini umumnya dipengaruhi oleh kadar hormon kehamilan yang lebih tinggi.

Meski demikian, tidak semua kehamilan kembar disertai gejala yang lebih berat. Beberapa ibu justru dapat mengalami keluhan yang lebih intens pada kehamilan tunggal. Oleh karena itu, mual hebat atau gejala kehamilan yang berat tidak selalu menjadi tanda kehamilan kembar.

Harus melahirkan melalui operasi caesar

Sebagian besar persalinan kembar memang dilakukan dengan operasi caesar, namun tidak berarti semua ibu hamil kembar harus menjalani prosedur tersebut.

Metode persalinan ditentukan berdasarkan berbagai faktor, seperti adanya potensi komplikasi, posisi masing-masing janin, kondisi plasenta, usia kehamilan, serta kondisi kesehatan ibu dan janin secara keseluruhan.

Baca Juga: Berbahayakah Tekanan Darah Rendah saat Hamil? Ini Cara Mengatasinya

 

Tips Menjaga Kesehatan pada Kehamilan Kembar 

 

Kehamilan kembar secara umum memang memiliki risiko komplikasi yang lebih tinggi dibandingkan kehamilan tunggal. Namun, risiko tersebut tetap dapat diantisipasi dengan perawatan dan pemantauan yang tepat. Untuk menjaga kesehatan selama kehamilan kembar, ibu hamil dianjurkan untuk:

  • Mengonsumsi makanan bergizi sesuai dengan kebutuhan kalori yang dianjurkan
  • Melakukan olahraga ringan secara rutin
  • Mencukupi waktu istirahat
  • Menjalani pemeriksaan kehamilan secara teratur
  • Segera memeriksakan diri ke dokter jika muncul gejala yang tidak normal, seperti perdarahan, keputihan berlebihan, nyeri, diare, atau keluhan kesehatan lainnya

 

 

Beragam mitos seputar kehamilan kembar kerap menimbulkan kekhawatiran dan stres pada ibu hamil. Jika memiliki pertanyaan atau keraguan terkait kehamilan kembar, sebaiknya konsultasikan dengan dokter kandungan atau manfaatkan fitur konsultasi pada aplikasi Ai Care yang bisa diunduh melalui App Store atau Play Store.

 

Mau tahu informasi seputar nutrisi, makanan dan tips diet lainnya? Cek di sini, ya!

Writer : Ratih AI Care
Editor :
  • dr Nadia Opmalina
Last Updated : Kamis, 8 Januari 2026 | 19:56
article-banner

Allard, F. (2025). Twin Pregnancy Myths, Busted: What’s Really True When You’re Expecting Two. Available from: https://www.whattoexpect.com/pregnancy/twins-and-multiples/myths-pregnant-twins/

Mann, D. (2024). 11 Things You Didn't Know About Twin Pregnancies. Available from: https://www.webmd.com/baby/features/11-things-you-didnt-know-about-twin-pregnancies

Narins, E. (2025). What to Know About Twin Pregnancy Risks — and How to Stay Ahead of Them. Available from: https://www.whattoexpect.com/pregnancy/twins-and-multiples/potential-complications-carrying-twins/

Taylor, M, (2025). Eating for Two (or More): A Simple Guide to Twin & Multiples Pregnancy Nutrition. Available from: https://www.whattoexpect.com/pregnancy/multiples/diet-for-twin-pregnancy

Hihman, M. (2025). Twins on the Way? Here’s When They’ll Likely Make Their Debut. Available from: https://www.whattoexpect.com/pregnancy/twins-and-multiples/giving-birth/your-tentative-timetable.aspx#